Label:

Sabtu, 10 Juli 2010 - 19:20 WIB

BOGOR (Pos Kota) – Keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD ) semakin banyak. Namun hasil yang dicapai tidak maksimal. Pasalnya, kebanyakan anak-anak hanya memanfaatkan sarana ini untuk bermain dan bukan belajar.

Hal ini disampaikan Direktur Indonesia Heritage Foundation (IHF), Dr. Ratna Megawangi di Labschool PAUD IPB-ISFA, Kota Bogor. “Melihat kondisi yang demikian, maka kami membuka PAUD Holistik berbasis karakter,” kata Ratna.

Ratna mengatakan, PAUD Holistik adalah pendidikan untuk membentuk anak menjadi manusia yang utuh (holistik) melalui pengembangan aspek fisik, emosi, sosial, kreatifitas, spritiual, dan kognitif. “Jadi di PAUD Holistik, emosi dan kreativitas anak dikembangkan begitu juga dengan akademik dan motoriknya. Jadi kecakapan akademis, emosi, moral dan spiritual akan dimiliki anak,” ujar dia.

Imajinasi anak, lanjut Ratna akan dibuka dengan aktivitas yang diberikan di PAUD. “Mereka berada di PAUD selama tiga jam. Di sini anak akan berani bicara, berkreasi tapi tetap santun. Guru hanya sebagai fasilitator, tapi para guru juga akan mendapatkan pelatihan pendidikan holistik berbasis karakter,” kata Ratna.

Keunggulan PAUD Holistik ini antara lain dapat menggali potensi anak, menggunakan dua bahasa pengantar yakni Bahasa Inggris dan Indonesia, dan mutu pendidikan Internasional. Selain itu di Labschool PAUD IPB-ISFA juga dibuga program untuk anak berkebutuhan khusus. “Anak juga akan dilatih untuk menceritakan kembali cerita yang diberikan oleh guru,” kata dia.

PAUD Holistik pertama kali dibuka di Cimanggis, Depok. “Di sana tidak hanya PAUD tapi SD, SMP pun berbasis karakter. Untuk Bogor, merupakan pionir,” kata Ratna.

Ratna mengatakan pendidikan holistik berbasis karakter penting karena 80 persen pertumbuhan dan perkembangan otak terjadi di usia dini. “Pendidikan yang terlalu berorientasi kepada akademik pada anak-anak usia dini menyebabkan anak tidak mampu berpikir kritis, tidak dapat menyelesaikan masalah dan tidak kreatif. “Anak juga menjadi tidak suka belajar,” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, anak usia dini yang dibekali kecakapan sosial dan emosional yang baik serta rasa senang untuk belajar terbukti lebih siap memasuki sekolah dasar. “Pembentukan karakter di usia dini akan mempengaruhi karakter anak di masa dewasa,” imbuh Ratna.

(yopi/sir)

Comment (1)

aduh bingung mau ngasih komennya...
semoga bermanfaat dengan adanya PAUD ini.

Posting Komentar